Kepadatan dan Perbedaan Budaya

Kepadatan dan Perbedaan Budaya

Epstein (dalam Sears dkk., 1994) menemukan bahwa pengaruh kepadatan tinggi tempat tinggal tidak akan terjadi apabila penghuni mempunyai sikap kooperatif dan tingkat pengendalian tertentu. Pada suatu keluarga tampaknya tidak akan banya!! mengalami kesesakan, karena merekaumumn yamampu “mengendalikan’: rumah merekadan mempunyai pola interaksi yang dapat meminimalkan timbulnya masalah tempat tinggal yang memiliki kepadatan tinggi.

Hasil penelitian Anderson (dalam Budihardjo, 199 1 ) temngkap bahwa komunitas tradisiohal etnis Cinadi Hongkong, Singapura, dan Penang sudah sejak dulu tqrbiasadengar. kepadatan tinggi, tanpa merasa sesk. Ideologi nenek moyang mereka yang mendorong setiap keluarga agar melestarikan kehidupan lima generasi sekaligus di bawah satu atap yang sama, telah berhasil menangkal kesesakan itu. Suara-suara bising dari anak-anak cucu justru dinilai sangat tinggi dalam kehidupan. Selain itu, atas dasar pertimbangan ekonomi, keluarga dari negara-negara Timur tidak segan-segan untuk menyewakan kamar-kamar di dalam rumahnya untuk disewakan kepada orang- lain, demi memperoleh penghasilan ekstra. Jadi kepadatan bukanlah penyebab stres, melainkan justru mencegahnya. Karena selain memperoleh tambahan penghasilan, mereka juga dapat memperluas persaudaraan dan interaksi sosial.

Gambaran lain diungkap oleh Setiadi (1991) bahwa bangsa Amerika sudah dapat merasakan dampak negatif yang luar biasa pada kepadatan sekitar 1500 orang/Ha, dengan terjadinya banyak penyimpangan perilaku sosial, pembunuhan, perkosaan, dan tindak kriminal lainnya. Sementara itu, di Jepang dan Hongkong dengan kepadatan 5000 orang/Ha pada bagian kota-kota tertentu, ternyataangkakejahatan/kriminal di sana masih lebih rendah.

sumber

http://elearning.gunadarma.ac.id

 

Tentang Tri suryo ari wicaksono

standar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s