Kategori kepadatan

Kategori kepadatan

Menurut Altman (1975). di dalam studi sosiologi sejak tahun 1920-an, variasi indikator

kepadatan berhubungan dengan tingkah laku sosial. Variasi indikator kepadatan itu meliputi

jumlah individu dalam sebuah kota, jumlah individu pada daerah sensus, jumlah individu

padn unit tempat tinggal, jumlah ruangan pada unit tempat tinggal, jumlah bangunan pada

lingkungan sekitardan lain-lain. Sedangkan Jain (1 987) berpendapat bahwa tingkat kepadatan

penduduk akan dipengaruhi oleh unsur-unsur yaitu jumlah individu pada setiap ruang,

jumlah ruang pada setiap unit rumah tinggal, jumlah unit nlmah tinggal pada setiap struktur

hunian dan jumlah struktur hunian pada setiap wilayah pemukiman. Hal ini berarti bahwa

setiap pemukiman memiliki tingkat kepadatan yang berbeda tergantung dari konstribusi

unsur-unsur tersebut.

Kepadatan dapaf dibedakan ke dalam beberapa kategori. Holahan (1 982) menggolongkan

kepadatan ke dalam dua kategori, yaitu kepadatan spasial (spatial density) yang terjadi bila

besar atau luas ruangan diubah menjadi lebih kecil atau sempit sedangkan jumlah.individu

tetap, sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan menurunnya besar ruang, dan

kepadatan sosial (social density) yang terjadi bila jumlah individu ditambah tanpa diiringi

dengan penambahan besar atau luas ruangan sehingga didapatkan kepadatan meningkat

sejalan dengan bertambahnyaindividu. Altman (1 975) membagi kepadatan menjadi kepadatan

dalam (inside density) yaitu sejumlah individu yang berada dalam suatu ruang atau tempat

tinggal seperti kepadatan di dalam ruma!!, kamu; dan kepadatan luar (outside density) yaitu

sejumlah individu yang berada pada suatu wilayah tertentu, seperti jumlah penduduk yang

bermukim di suatu wilayah pemukiman.

Jain (1987) menyatakan b&wa setiap wilayah pemukiman n~emiliktii ngkat kepadatan

yang berbeda dengan jumlah unit rumah tinggal pada setiap struktur hunian dan siruktur

hunian padasetiap wilayah pemukiman. Sehingga suatu wilayah pemukiman dapatdikatakan

mempunyai kepadatan tinggi atau kepadatan rendah.

Zlutnick dan Altman (dalam Altman, 1975; Holahan, 1982) menggambarkan sebuah

model dua dimensi untuk menunjukkan beberapa macam tipe lingkungan pemukiman, yaitu:

(1) Lingkungan pinggiran kota, yang ditandai dengan tingkat kepadatan luar dan kepadatan

dalam yang rendah; (2) Wilayah desa miskin di mana kepadatan dalam tinggi sedangkan

kepadatan luar rendah; dan (3) Lingkungan Mewah Perkotaan, di mana kepadatan dalam

rendah sedangkan kepadatan luar tinggi; (4) Perkampungan Kota yang ditandai dengan

tingkat kepadatan luar Gan kepadatan dalam yang tinggi.

 

Tentang Tri suryo ari wicaksono

standar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s